Rangkaian kegiatan diawali dengan donor darah di Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak. Setetes darah yang didonorkan menjadi simbol kepedulian sekaligus harapan bagi masyarakat yang membutuhkan transfusi darah.
Usai donor darah, para siswa melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi Panti Asuhan Hidayatullah Bina Anak Yatim dan Mualaf di Jalan Arteri Supadio, Gang Radio, Kabupaten Kubu Raya. Kehadiran mereka tak sekadar membawa bantuan sosial, tetapi juga menghadirkan kebersamaan melalui dialog, canda, dan perhatian kepada anak-anak panti.
Salah seorang siswa SIP Angkatan 56, Agus Setiawan, S.IP., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses pembentukan karakter calon perwira Polri agar memiliki empati, kepedulian sosial, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
"Selain mengasah profesionalisme dalam menjalankan tugas, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan jiwa kemanusiaan serta meningkatkan kepekaan sosial para calon perwira sebelum nantinya mengemban amanah melayani masyarakat," ujar Agus.
Menurutnya, kepedulian terhadap sesama merupakan nilai penting yang harus dimiliki setiap anggota Polri. Karena itu, kegiatan sosial seperti donor darah dan bakti sosial menjadi bagian dari pembelajaran untuk membangun karakter yang humanis.
"Melalui bakti sosial ini kami dilatih untuk memiliki rasa empati, kepedulian, dan semangat berbagi sebagai anggota Polri yang humanis, profesional, serta selalu hadir di tengah masyarakat," tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa SIP Angkatan 56 Polda Kalbar diharapkan semakin menguatkan nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas, dan pengabdian. Sebab, seorang perwira Polri bukan hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom yang mampu membangun kedekatan dengan masyarakat. (Bgs/Editor: Red)

0Komentar