PONTIANAK - Polda Kalimantan Barat menerima 300 personel BKO Korps Brimob Polri untuk memperkuat Satgas Aman Nusa II dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah hukum Polda Kalbar, Selasa (25/8).
Ratusan personel tersebut terdiri dari 190 personel Pasukan Pelopor II Korps Brimob Polri dan 110 personel Satbrimob Polda Bali.
Personel BKO akan ditempatkan di delapan wilayah prioritas yang rawan Karhutla, yakni Kabupaten Ketapang, Kayong Utara, Kubu Raya, Mempawah, Sambas, Bengkayang, Sanggau, dan Melawi.
Penempatan personel di wilayah prioritas bertujuan memperkuat deteksi dini, pencegahan, patroli, respons cepat, hingga penanganan Karhutla. Kehadiran mereka juga diharapkan dapat memperkuat pos tanggap darurat sekaligus memperpendek waktu respons ketika kebakaran terjadi.
Kapolda Kalbar Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar, S.I.K., M.H. meminta personel BKO memahami karakteristik wilayah penugasan, termasuk sumber air, akses menuju lokasi, kondisi lahan gambut, pola cuaca, serta titik-titik rawan kebakaran.
Personel juga diminta melakukan patroli terpadu dan pengecekan langsung terhadap titik api yang terdeteksi. Setiap potensi kebakaran harus segera diverifikasi dan ditindaklanjuti melalui pemadaman, pendinginan, maupun pembasahan untuk memastikan api benar-benar padam.
Selain itu, Kapolda menekankan pentingnya koordinasi dengan TNI, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pihak terkait. Penanganan Karhutla dinilai membutuhkan sinergi lintas sektor karena dampaknya dapat mengancam lingkungan, kesehatan, dan kehidupan masyarakat.
Kapolda juga meminta personel Polres jajaran dan Satbrimob Polda Kalbar di daerah aktif mendukung personel BKO, termasuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran lahan yang tidak terkendali serta pentingnya segera melaporkan potensi kebakaran.
Danpas Brimob II Korps Brimob Polri Brigjen Pol Heru Novianto, S.I.K., M.Han. mengatakan, penempatan 300 personel tersebut merupakan langkah untuk memperkuat kesiapan Polda Kalbar menghadapi Karhutla.
“Kehadiran kami di sini bertujuan memperkuat kesiapan Polda Kalbar dalam menghadapi Karhutla, mulai dari deteksi dini, pencegahan, patroli, hingga penanganan kebakaran di lapangan,” ujar Heru.
Menurutnya, personel akan disebar ke delapan wilayah prioritas sehingga dapat mempercepat respons apabila terjadi kebakaran.
“Kami akan melakukan patroli dan pengecekan langsung terhadap titik api yang terdeteksi untuk segera ditindaklanjuti dengan pemadaman, pendinginan, dan pembasahan agar api benar-benar padam,” katanya.
Personel BKO juga akan bekerja bersama personel kewilayahan dan Satbrimob Polda Kalbar untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya pembakaran lahan yang tidak terkendali.
Heru menambahkan, personel akan memanfaatkan berbagai sarana dan prasarana yang tersedia, seperti pos tanggap darurat, kendaraan, peralatan pemadaman, sumber air, drone, command center, dan sistem informasi.
“Kami berharap kehadiran kami dapat membantu Polda Kalbar menangani Karhutla dengan cepat dan efektif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kalbar yang terdampak Karhutla. Penugasan ini merupakan bentuk komitmen Polri untuk hadir, responsif, dan bekerja bersama masyarakat dalam mencegah serta menangani Karhutla,” pungkasnya. (**/Rahmat).

0Komentar