PONTIANAK - Puluhan anak Perguruan Pukul Tujuh Silat Kampung turun langsung ke jalan membagikan masker dan air mineral kepada masyarakat yang beraktivitas di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kamis (3/9).
Aksi sosial tersebut digelar di empat titik di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Ribuan masker dan ratusan botol air mineral dibagikan kepada pengendara serta masyarakat yang melintas.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi Perguruan Pukul Tujuh Silat Kampung asuhan Junaidi, S.Sos., bersama Lembaga Anti Korupsi Indonesia (LEGATISI), Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI), Laskar Prabowo LP 08, dan Laskar Diraja Amantubillah.
Empat titik pembagian meliputi Simpang Jalan Ampera dan kawasan Pal Lima, Kota Pontianak, serta Ujung Kota Baru dan Simpang Punggur, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.
Di tengah kondisi udara yang kurang baik, para anggota organisasi bersama anak-anak perguruan turun langsung memberikan masker kepada masyarakat. Selain membantu melindungi pernapasan, aksi tersebut sekaligus menjadi edukasi agar masyarakat lebih memperhatikan kesehatan saat harus beraktivitas di luar rumah.
Keterlibatan anak-anak Perguruan Pukul Tujuh menjadi perhatian tersendiri. Mereka tidak hanya mendapatkan pembinaan dalam olahraga dan seni bela diri, tetapi juga diajak terlibat dalam kegiatan sosial dan membantu masyarakat.
Ketua Umum Perguruan Pukul Tujuh Silat Kampung, Muhammad Ismail atau Daeng Maeng, mengatakan keterlibatan para anggota muda perguruan sengaja dilakukan untuk menanamkan kepedulian sosial sejak dini.
“Anak-anak tidak hanya kami ajarkan bela diri. Mereka juga harus belajar peduli, membantu sesama dan memahami bahwa keberadaan mereka harus bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pembelajaran langsung bagi generasi muda tentang pentingnya kebersamaan dan gotong royong, khususnya ketika masyarakat sedang menghadapi dampak kabut asap.
Ketua DPW LEGATISI, Edy Ruslan, mengatakan persoalan kabut asap tidak cukup hanya ditangani pemerintah. Kondisi tersebut juga membutuhkan kepedulian dan keterlibatan berbagai elemen masyarakat.
“Ini adalah bentuk kepedulian nyata. Kami ingin hadir langsung membantu masyarakat yang terdampak kabut asap,” katanya.
Hal senada disampaikan Ketua Pelaksana Harian Perguruan Pukul Tujuh Silat Kampung sekaligus Ketua DPC PWRI Kabupaten Kubu Raya, Ismail Djayusman.
Menurut Ismail, pembagian masker dan air mineral merupakan langkah sederhana, namun diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami ingin hadir dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Masker dan air mineral ini memang sederhana, tetapi kami berharap dapat membantu masyarakat menghadapi kondisi kabut asap,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap aksi sosial tersebut, baik melalui dukungan moril maupun bantuan dana.
Dalam kegiatan itu turut hadir Kepala UPTD Puskesmas Pal Sembilan, Yulianti, S.Tr.Keb., Kepala Dusun IV Pal Sembilan, serta sejumlah pengurus dan anggota organisasi.
Hadir pula Ketua Umum Perguruan Pukul Tujuh Silat Kampung Muhammad Ismail atau Daeng Maeng, Pelatih Senior Defri, Andi Irwan, dan Dela Ananda.
Para penyelenggara berharap aksi tersebut tidak berhenti pada pembagian masker dan air mineral. Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kabut asap diharapkan terus berkembang menjadi gerakan bersama untuk menjaga kesehatan, lingkungan, serta mencegah terjadinya karhutla. (Ismail/Editor: Dani 74).

0Komentar