TfYlBSY5TfriTfA9GSdoTSzoBA==
Light Dark
PT Utama Lestari Indonesia Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Asesor Kompetensi Jasa Konstruksi, Kelistrikan dan K3

PT Utama Lestari Indonesia Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Asesor Kompetensi Jasa Konstruksi, Kelistrikan dan K3

Daftar Isi
×

 

Caption:
Sesi foto bersama usai program Pelatihan dan Sertifikasi Asesor Kompetensi (Askom) Jasa Konstruksi, Kelistrikan serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi. Minggu (30/8). Foto. (Ist). 
SURABAYA - PT Utama Lestari Indonesia menggelar program Pelatihan dan Sertifikasi Asesor Kompetensi (Askom) Jasa Konstruksi, Kelistrikan serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi. Minggu (30/8). 

Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong ketersediaan sumber daya manusia (SDM) profesional dan kompeten guna menjawab kebutuhan tenaga kerja di tengah pesatnya pembangunan dan investasi di Jawa Timur.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, perekonomian Jawa Timur pada Triwulan I 2026 tumbuh sebesar 5,96 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut tercatat menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa, dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp888,44 triliun.

Pertumbuhan ekonomi tersebut turut ditopang peningkatan investasi sebesar 7,50 persen serta masifnya pembangunan sejumlah proyek strategis di Jawa Timur.

Salah satunya adalah pembangunan smelter tembaga PT Freeport Indonesia di kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Manyar, Gresik, dengan nilai investasi sekitar Rp58 triliun. Proyek tersebut memiliki kapasitas pengolahan sekitar 1,7 juta ton konsentrat per tahun dan ditargetkan beroperasi pada kuartal III 2026.

Selain itu, terdapat pengembangan Blok Cepu di Bojonegoro. ExxonMobil disebut akan menggarap tiga proyek baru dengan nilai investasi sekitar USD472,2 juta atau setara Rp7,15 triliun, sementara kerja sama pengelolaan blok tersebut diperpanjang hingga 2055 dengan rencana investasi mencapai USD10 miliar.

Potensi investasi lainnya juga datang dari pengembangan Kawasan Industri Wiraraja di Madura. Kerja sama Indonesia dan Tiongkok yang dituangkan dalam nota kesepahaman pada 5 Agustus 2026 tersebut diproyeksikan membawa investasi dalam skala triliunan rupiah.

Kondisi itu dinilai membuka peluang besar sekaligus menghadirkan kebutuhan terhadap tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan sertifikasi sesuai standar yang berlaku.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, PT Utama Lestari Indonesia bekerja sama dengan sejumlah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) bidang konstruksi yang terakreditasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Melalui program tersebut, perusahaan mengajak para pelaku dunia usaha jasa konstruksi, asosiasi, serta perguruan tinggi negeri maupun swasta di Jawa Timur untuk meningkatkan kapasitas SDM melalui pelatihan dan sertifikasi asesor kompetensi.

Pengalaman dan Jaringan Luas

PT Utama Lestari Indonesia selama ini berpengalaman dalam pelaksanaan uji kompetensi bidang jasa konstruksi, kelistrikan dan K3 melalui kerja sama dengan sejumlah dinas di tingkat provinsi maupun perguruan tinggi di Jawa Timur.

Perusahaan juga memiliki jaringan kerja sama dengan beberapa LSP konstruksi yang telah terakreditasi BNSP, termasuk LSP ATAKI Konstruksi Indonesia dan sejumlah LSP lainnya.

Dari sisi tempat pelaksanaan sertifikasi, PT Utama Lestari Indonesia memiliki jaringan Tempat Uji Kompetensi (TUK) di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur, serta sejumlah wilayah lain seperti DKI Jakarta, Jawa Barat dan Sumatera Utara.

Pelaksanaan program juga didukung asesor yang kompeten dan telah memiliki sertifikasi BNSP di bidang konstruksi, kelistrikan maupun K3 konstruksi.

Gandeng Perguruan Tinggi

Jawa Timur dinilai memiliki potensi besar dalam penyediaan SDM bidang teknik karena ditopang keberadaan berbagai perguruan tinggi dengan program studi teknik.

Sejumlah perguruan tinggi yang dinilai menjadi mitra potensial antara lain Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, Institut Teknologi Nasional Malang, Politeknik Negeri Malang, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Jember, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, UPN Veteran Jawa Timur, Universitas Hang Tuah Surabaya dan perguruan tinggi lainnya.

Mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, seperti Teknik Sipil, Teknik Struktur, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Arsitektur dan K3, dinilai memiliki peluang besar untuk dipersiapkan menjadi tenaga profesional yang kompeten dan tersertifikasi.

Melalui program tersebut, PT Utama Lestari Indonesia menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan perguruan tinggi dalam menyiapkan mahasiswa menjadi tenaga ahli yang profesional, kompeten dan tersertifikasi BNSP.

Adapun skema sertifikasi yang ditawarkan meliputi Teknik Sipil, Teknik Struktur, Mechanical Electrical Plumbing (MEP), Kelistrikan Tegangan Rendah dan Menengah, K3 Konstruksi serta Manajemen Proyek.

Dorong Kemandirian Sertifikasi

Program pelatihan dan sertifikasi asesor kompetensi tersebut dinilai penting untuk menjawab kebutuhan SDM pada proyek-proyek berskala besar di Jawa Timur.

Dengan nilai investasi yang mencapai triliunan rupiah, proyek smelter, pengembangan Blok Cepu hingga kawasan industri Madura membutuhkan tenaga kerja konstruksi, kelistrikan dan K3 yang kompeten serta tersertifikasi.

Selain memenuhi kebutuhan industri, keberadaan asesor kompetensi juga diharapkan mampu mendorong kemandirian sertifikasi di daerah.

Institusi maupun perusahaan yang memiliki asesor internal nantinya dapat lebih mudah mendukung pelaksanaan uji kompetensi melalui jaringan TUK yang tersedia.

Bagi perguruan tinggi, program ini juga dapat memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan industri atau link and match, sekaligus meningkatkan kesiapan lulusan memasuki dunia kerja.

Sementara bagi perusahaan, ketersediaan SDM kompeten dan tersertifikasi dapat membantu mempercepat pemenuhan persyaratan dalam berbagai proyek dan tender.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap target pemerintah dalam meningkatkan jumlah tenaga kerja konstruksi yang memiliki sertifikasi kompetensi.

PT Utama Lestari Indonesia berharap program ini dapat menjadi salah satu langkah untuk mencetak kader-kader konstruksi Jawa Timur yang profesional, kompeten dan memiliki daya saing tinggi. (Redho)

0Komentar

Special Ads
Special Ads
Special Ads